news

Dedikasi yang Tidak Lekang oleh Usia: Lansia dan Makna Hari Buruh Internasional

Banyak lansia masih menjalani aktivitas kerja, baik di sektor formal maupun informal. Berdasarkan data Statistik Badan Pusat Nasional tahun 2023, sebanyak 53,93% lansia masih aktif bekerja. Angka ini menunjukkan bahwa usia lanjut tidak selalu menjadi batas untuk tetap produktif dan berkontribusi dalam kehidupan sosial maupun ekonomi.

Sebagian lansia tetap bekerja karena dorongan kebutuhan hidup. Keterbatasan tabungan pensiun, kurangnya jaminan sosial, serta kebutuhan sehari-hari membuat mereka harus terus mencari penghasilan di usia senja. Tidak sedikit pula lansia yang menjadi tulang punggung keluarga atau tetap membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa perlindungan terhadap buruh tidak hanya berhenti pada masa kerja, tetapi juga harus mencakup keamanan dan kesejahteraan pasca-kerja. Lansia yang telah mengabdikan tenaga dan waktunya selama bertahun-tahun layak mendapatkan penghargaan, perlindungan sosial, dan kehidupan yang bermartabat.

Hari Buruh Internasional seharusnya menjadi ruang refleksi yang lebih luas. Perhatian terhadap pekerja tidak hanya berkaitan dengan tuntutan kenaikan upah atau pengurangan jam kerja, tetapi juga menyangkut bagaimana sistem ketenagakerjaan memperlakukan para mantan pekerja ketika memasuki usia lanjut.

Melalui peringatan Hari Buruh, masyarakat diajak untuk melihat kembali pentingnya menciptakan lingkungan yang inklusif bagi lansia. Dukungan terhadap akses kesehatan, jaminan sosial, kesempatan berkegiatan, serta penghargaan atas pengalaman hidup mereka merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan kesejahteraan bersama.

Dedikasi dan semangat para lansia menjadi pengingat bahwa nilai seorang pekerja tidak diukur dari usia, melainkan dari kontribusi dan perjuangan yang telah diberikan sepanjang hidupnya.

 
 
 
 
 
 

(c) 2022 Sobat Lansia